Home | Organisasi | Warta PiCA | Event | Tips'n Trik | Member | Galeri | Cari
 
Panduan ganti Velg/Ban
WTS: Oli Mesin
oleh: PiCA 0020 pada 2012-12-28 14:22:22
Lompat Ke Artikel

Mesin mobil adalah suatu komponen yang terdiri dari bagian-bagian logam yang bergerak dan fungsinya saling berhubungan satu sama lain. Gerakan bagian-bagian logam tersebut yang lama-kelamaan akan aus sehingga mesin mobil memerlukan suatu sistem pelumasan yang berfungsi untuk mendistribusikan cairan pelumas atau oli ke bagian-bagian yang bergesekan tersebut.

Di dalam mesin, pelumas memiliki fungsi yang tak kalah penting dibandingkan bahan bakar. Jika bahan bakar berfungsi untuk menggerakkan mesin, maka pelumas berfungsi untuk merawat dan menjaga agar mesin tetap awet dan panjang umur.

Seperti diketahui, di dalam mesin terdapat banyak komponen yang terbuat dari logam. Pelumas mencegah gesekan langsung antar dua permukaan logam yang saling bergerak. Selain itu, pelumas berguna juga untuk mendinginkan mesin, dengan cara menyalurkan panas yang dihasilkan dari gesekan dan pembakaran. Pelumas yang baik juga dapat menjaga kebersihan mesin. Caranya, kotoran dan fragmen metal ditahan oleh pelumas dan dibuang saat pergantian oli.

Gesekan, pukulan, goncangan, panas dan kotoran yang dihasilkan mesin dapat menurunkan kualitas oli. Selain itu, pola mengendara jarak pendek dan stop and go akibat kemacetan membuat kerja mesin dan pelumasan semakin berat. Dalam kondisi tersebut, akselerasi kerap mengakibatkan gesekan yang sangat berat pada bagian mesin yang bergerak.

Sistem pelumasan pada mesin mobil mempunyai fungsi sebagai :

  1. Cairan pelumas yang membentuk minyak film untuk melapisi komponen-komponen logam yang bergerak dan bergesekan sehingga dapat mencegah keausan.
  2. Pendingin pada komponen-komponen yang bergerak dan menghasilkan panas dari gesekan dua benda tersebut.
  3. Pembersih Kotoran yang dihasilkan dari gesekan komponen-komponen logam.
  4. Perapat yaitu dengan menghasilkan sebuah seal (penyekat) sehingga dapat mencegah terjadinya kebocoran gas (blow by gas) antara piston dan dinding silinder
  5. Pencegah karat pada komponen-komponen logam.

Oli Synthetic dan Oli Mineral


Pelumas dikatakan "mineral" bila bahan dasarnya merupakan pengolahan dari minyak bumi mentah. Pelumas sintetik dibuat melalui proses reaksi kimiawi yg menggunakan berbagai macam komponen bahan kimiawi.

Proses untuk menghasilkan pelumas sintetik melalui suatu proses yg rumit dan mahal. Tapi terlepas dari itu, pelumas sintetik mempunyai sifat-sifat yang sangat bagus seperti lebih tahan terhadap proses oksidasi (mencegah terjadinya karat); dapat dipakai dalam berbagai macam suhu (seperti temperatur tinggi) dan juga memperpanjang jangka waktu penggantian oli pelumas.

Pelumas semi-sintetik dihasilkan dari pencampuran pelumas mineral dan sintetik. Pelumas ini dihasilkan dengan harga yang tidak terlalu mahal serta sifat-sifatnya lebih bagus daripada oli mineral karena lebih mengadopsi ke karakter bahan dasar pelumas sintetik untuk performa yang tinggi.

Ukuran kekentalan dan kemampuan oli untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas penting dalam memilih oli.

Kode pengenal oli adalah berupa:

1. Kode API diikuti tingkatan huruf dibelakangnya
Contoh : API : SL (Spark)
  • Kode huruf pertama menandakan oli mesin untuk bensin
  • Kode huruf kedua menunjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dgn kebutuhan mesin modern.
2. Kode SAE

Kode SAE (Perkumpulan ahli-ahli otomotif) merupakan grade dari viskositas (kemampuan alir), yg merupakan hubungan oli dengan karakter viskositas "panas" dan "dingin".

Grade tsb dikategorikan sbb:
  • Grade Winter (musim dingin), dilambangkan dgn kode "W", contohnya 15W.
  • Grade Summer (musim panas), kode ini terletak dibelakang kode "W", contohnya 40.
Makin kecil kode grade winter (0W,5W,10W,15W,20W,25W) oli pelumas tetap berupa fluida pada suhu rendah and makin gampang pula mesin untuk dihidupkan pada kondisi paling dingin sekalipun.

Makin besar grade summer (20,30,40,50,60) oli pelumas tetap bisa mengalir pada suhu panas (100 derajat celcius) dan lebih melindungi mesin pada saat penggunaan. Sekarang ini mesin dirancang untuk bekerja pada suhu panas dgn viskositas pelumas SAE 40.

Di musim dingin, grade dingin SAE 15W memungkinkan mesin untuk hidup tanpa masalah. Minyak pelumas dengan kode SAE 15W-40 cocok untuk beroperasi di daerah yg bersuhu -10 Celcius dan +40 Celcius. (Ikutilah rekomendasi dari pabrik pembuat).



Komponen-komponen Sistem Pelumasan :

  • Oil Pressure Switch : Suatu komponen yang berfungsi sebagai switch yang mengaktifkan lampu peringatan bila tekanan oli tidak tercukupi pada saat mesin mobil dinyalakan.
  • Oil Pump : Suatu komponen yang berfungsi untuk menarik oli yang berada di Oil Pump dan memompa oli tersebut ke seluruh bagian mesin mobil.
  • Relief Valve : Komponen ini bekerja untuk membebaskan tekanan pada saat Oil Pump mempunyai tekanan yang berlebihan.
  • Oil Strainer : Komponen yang berupa saringan oli dan terpasang di saluran masuk oli untuk memisahkan partikel yang besar dari oli.
  • Oil Filter : Komponen ini berfungsi sebagai penyaring kotoran yang tidak diinginkan dari oli mesin yang secara bertahap akan terkontaminasi dengan kotoran besi dan lainnya.

Kebiasaan mengemudi juga dapat mempengaruhi pelumas. Menjalankan kendaraan pada rpm yang berubah-ubah secara drastis dapat membuat mesin cepat rusak. Demikian pula apabila membawa muatan melebihi kapasitas, sehingga beban mesin terlalu berat. Semua ini membuat pelumas harus diganti secara berkala. Ada di interval 5000Km, 10000Km, atau berdasarkan kalender jika mobil jarang dipakai. Mana yang tercapai lebih dulu.
 
Saat ini untuk alasan green life diusahakan penggantian oli bisa diperpanjang hingga puluhan ribu Km. Tapi lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu dengan technical advisor dimana mobil anda berasal untuk menghindari kerusakan permanen pada komponen mesin.

Berikut panduan dasar untuk pengecekan oli :
  • Check dalam kondisi mesin dingin / sebelum anda memulai aktifitas menggunakan mobil  mengingat saat ini adalah kondisi ideal untuk mengetahui kuantitas oli dalam mesin mobil anda.
  • Usahakan level mobil rata-rata air untuk menghindari salah pengukuran dipstick
  • Isi oli jika kurang dan jangan berlebihan. Perhatikan batas tertinggi dan terendah pada dipstick. Isi dibatas medium dipstick.
Mengapa tidak dibenarkan mengisi oli melebihi batas maksimal?

Seluruh produsen mesin melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas maksimal, karena akan berdampak buruk pada mesin. Seperti apakah kira-kira dampak buruknya?

Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas/overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).

Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.

Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.

Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat jalur-jalur dan needle valve (float valve) yang ada di karburator tersebut.

Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.

Pada mesin mobil disediakan alat untuk mengukur kapasitas oli yang ada di mesin, sering disebut dengan Dipstick Oil. Pada Dipstick Oil tersebut ada petunjuk High/Full dan Low/Add. Dijelaskan bahwa apabila ketinggian oli berada diantara batas Maksimal dan Minimal, maka kapasitas oli dalam mesin dapat dikatakan berada dalam kondisi NORMAL. Jika berlebihan, segera dikurangi (dibuang melalui Oil Drain). Jika kurang, segera ditambahkan dengan oli yang sama jenisnya dengan oli yang ada di dalam mesin.
  • Untuk pengecekan oli setelah penggantian sebaiknya ditunggu beberapa menit hingga level oli stabil
    untuk menghindari salah baca dipstick
  • Jumlah oli yg digunakan pada setelah penggantian filter oli akan lebih banyak beberapa ml
Menurut Buku Manual Picanto kapasitas Oli di AOP adalah 3 liter dengan penggantian oli filter dan 2,8 liter untuk tanpa penggantian oli filter (refer to Manual book Picanto AOP page 7-19). Silakan dicheck di masin-masing buku manual untuk Picanto type lain.
  • Ganti filter oli mesin secara berkala (lihat petunjuk buku manual)

Perhatikan Oli Mesin Anda

Mesin dan oli, ibarat ikan dan air. Kelangsungan proses kerja mesin sangat ditentukan oleh keberadaan oli. Bila oli kurang, komponen mesin akan cepat aus akibat gesekan.

Kondisi yang cukup berat untuk medan seperti kota besar dengan jarak yang cukup jauh dan seringnya terjadi kemacetan membuat kerja mesin semakin keras juga. Untuk itu, anda perlu memperhatikan penggantian oli mesin anda secara berkala, paling tidak setiap kelipatan 5.000 km.

Namun, saat ini banyak sekali beredar merek-merek oli, baik keluaran dari dalam maupun luar negeri. Anda perlu berhati-hati saat membeli, agar tidak tertipu dengan oli oplosan. Beberapa ciri oli oplosan adalah : lengket saat dipegang, mengeluarkan asap dari knalpot dengan bau yang tidak enak dan pedih di mata.

Selain itu, beberapa akibat yang ditimbulkan oleh oli palsu adalah :
  • Oli palsu umumnya memiliki tingkat oksidasi tinggi, sehingga menyebabkan piranti mesin cepat aus karena banyaknya formula dalam oli tersebut.
  • Dapat menyebabkan mesin jadi kasar bahkan bantalan tie rod berbunyi.
  • Merusak sistem injektor, akibat proses pengabutan yang berlangsung tidak normal. Sisa-sisa pembakaran akan membentuk kerak di piranti-piranti sistem injektor dan sistem pengabutan.
Pilihlah oli yang telah direkomendasikan oleh pabrikan agar kendaraan anda lebih awet, dan anda perlu memperhatikan grade-nya untuk menentukan kecocokan pemakaian oli tersebut berdasarkan tahun kendaraan anda.

Semoga bermanfaat!

Dikumpulkan dari beberapa sumber :
  1. Pelumas.net
  2. www.saft7.com
  3. Liektoyota.com
  4. Toyota-bandung.com
  5. Buku manual Picanto AOP

Shared by : Shinta Sri Wahyuni - PiCA 0026



Komentar Baru
 

ROHPRABHOWO (PiCA 0028)
Pada tanggal 2012-12-28 22:24:53

"Waaaah, ini cerita tentang pelumas mesin yang lengkap, layak dipercaya lantaran penulisnya tante Shinta yang kompeten karena sehari2 selalu bermesraan dengan urusan mesin yang bahkan lebih gede dan lebih rumit daripada mesin Picanto: mesin chopper!!!! Semoga misinformasi bahkan diinformasi seputar pelumas Picanto bisa terselesaikan dengan tuntas. Bravo nte Shinta
"

RESI LYSTIANTO PUTRA PERDANA (PiCA 0346)
Pada tanggal 2013-01-24 22:55:57

" selamat pagii, :) Wahh infonya sangat lengkap sekali, terimakasih mbak shinta atas infonya :) maw tanya, apakah ada cara lain untuk mengetahui oli yang kita beli palsu atau tidak selain cara di atas? ternyata bahaya oli palsu bagi mesin bikin gigit jari juga, seremm. terimakasih :)"

SHINTA SRI WAHYUNINGSIH (PiCA 0026)
Pada tanggal 2013-03-05 12:21:11

"@om Dok : Waduh om Dok...aku mah cuman ngumpulin dari berbagai sumber dowang biar ringkes dan praktis bacanya. Sapa tau ajah bermanfaat buat temen-temen.....termasuk aku juga sih.....ehehehe *jadi malu*
@om Resi : maaf telat bales...cuman ngumpulin info dari berbagai sumber dowang kok
Info yg aku dapet lagi beberapa waktu lalu aku baca kudu ditest di lab untuk mastiin palsu apa gaknya om.
Lab ini juga bisa menentukan kadar kimiawi yg ada di dalem oli tsb setelah pemakaian beberapa lama dari oil sampling yg diambil dari suatu mesin termasuk serpihan2 yg ada didalamnya.
Informasi tsb diberikan ke kita dalam bentuk report secara detail.
Ini link oli palsu yg aku maksut tadi om Resi : http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/02/17/micaad-polda-papua-sita-ribuan-botol-oli-palsu

"

 
    Edisi April 2014
Copyright © 2012 Picanto Club Indonesia | http://www.picanto-indonesia.com